Inhalasi Untuk Penyakit Asma

Inhalasi Untuk Penyakit Asma – Menghirup atau inhalasi untuk penyakit asma merupakan salah satu cara yang paling disukai untuk memberikan sebagian besar obat asma. Biasanya cara ini akan menyalrkan obat menjadi lebih efektif ke saluran udara anak Anda, mengurangi kemungkinan terjadinya munculnya efek samping, dan meredakan gejala penyakit asma yang lebih cepat. Namun, jalan terbaik untuk tidak selalu berarti paling mudah ditempuh. Pemberian obat-obatan yang harus dihirup membutuhkan keterampilan dan koordinasi. Karena kebanyakan obat asma harus dihirup setiap hari bahkan saat anak Anda merasa baik-baik saja dan karena itu, sangat penting untuk kesembuhannya, Anda sebagai orangtua, harus yakin bahwa ia menggunakan peralatan inhalasi secara tepat dan bahwa jumlah obat yang masuk ke saluran udara bawahnya sudah benar.

Inhalasi Untuk Penyakit Asma

Inhalasi Untuk Penyakit Asma

Ada tiga jenis peralatan inhalasi untuk penyakit asma, inhaler dosis meter, nebulizer, dan inhaler atau MDI adalah botol yang bertekanan udara yang menggunakan propellant untuk mendorong obat melalui inhaler. Penggunaan chlorofluorocarbon atau CFC, propellant yang digunakan dalam MDI, secara perlahan-lahan dikurangi untuk alasan lingkungan hidup.

Inhasalai untuk penyakit asma bubuk kering menyalurkan obat tanpa menggunakan propellant. Inhlaer dari bubuk kering dan juga peralatan yang mengaktifkan pernapasan ini membutuhkan hirupan napas yang dalam dan cepat. Nebulizer atauu kompresor udara kecil yang dihubungkan ke generator menyalurkan cair murni obat melalui pipa atau masker yang dipasang pada hidung dan mulut.

Menyelaraskan napas melalui inhalasi untuk penyakit asma bisa sangat meyulitkan bagi orang dewasa apalagi anak-anak. Anak Anda mungkin lebih mudah menggunakan inhaler bersama dengan spacer atau yang biasa disebut juga dengan holding chamber, yang dikaitkan dengan mskeer lunak dan membantu menyalurkan jumlah obat yang lebih banyak langsung ke saluran udara bawah, sesuai tjuan, bukannya ke tenggorokan. Namun, diatas usia 5 tahun kebanyakan anak bisa menggunakan spacer tampa masker.

Spacer dipasang pada ujung inhaler. Jika anak Anda mengalami masalah dengan MDI, peralatan pengaktif napas atau inhaler bubuk kering bisa menjadipilihan yang lebih baik, karena banyak anak yang merasakannya lebh alami dan tidak terlalu tertekan menggunakan MDI. Spacer tidak dibutuhkan untuk peralatan bubuk kering.

Karena penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang mengganggu inflamasi kronik dibagian saluran pernapasan dan melibatkan banyak sel serta elemennya. Infalamasi kronik yang terjadi pada saluran pernapasan bisa menyebabkan terjadinya peningkatan hiperesponsif di bagian jalan napas yang bisa menimbulkan suatu gejala asma episodik yang berulang dalam bentuk : mengi, sesak nafas, nafas yang terasa berat dan juga batuk yang terjadi di malam hari atau terjadi di dini hari. Selain itu episodik tersebut biasanya berhubungan dengan obstruksi pada jalan nafas yang luas, dan selain itu juga bervariasi yang seringkali sifatnnya adalah reversibel dengan melalui pengobatan atau tanpa melakukan pengobatan.

Selain itu, faktor lingkungan dan juga faktor lainnya mempunyai peran sebagai pencetus atau penyebab asma dan membuat terjadinya inflamasi pada asma. Inflamasi yang terjadi biasanya bisa terjadi di berbagai derajat asma baik pada kasus asma intermiten atau juga sifat asma persisten. Infalamasi yang ditemukan dengan berbagai bentuk penyakit asma misalnya adalah penyakit asma alergik, asma non-alergik, asma kerja serta penyakit asma akibat obat aspirin.

Obat tradisional asma alami adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami yang terbuat dari tanaman herbal dan sangat baik untuk membantu mengobati asma. Bahan-bahan obat tradisional asma adalah kencur secukupnya saja dan dua sendok makan madu asli, dan satu buah telur ayam. Cara membuat ramuan obat tradisional asma ini adalah cuci terlebih dahulu kenur, kemudian diparut dan setelah it diperas. Hasil dari perasan kencur tadi dicampur dengan menggunakan madu asli dan juga telur ayam, setelah itu kocoklah. Sebelum diminum, maka campuran ini didiamkan sebentar saja. Ramuan obat tradisional asma ini diminum sebagai obat dalam.

Obat tradisional asma luar adalah bahan yang digunakan 7 lembar daun sirih, dan satu sendok teh lada putih serta minyak kayu putih. Cara membuat ramuan ini adalah gerus daun sirih dan juga lada putih sampai lumat dan juga halus. Kemudian hasil dari gerusan tadi dicampur dengan menggunakan minyak kayu putih secukupnya saja. Cara menggunakannya adalah dilakukan dengan mengoleskan ramuan dibagian dada dan leher.

Cara mengobati asma menggunakan obat tradisional asma adalah menggunakan 6 lembar daun randu kapuk yang masih muda dan 1 sendok makan madu asli. Daun randu kapuk ini dicuci bersih dan setelah itu digilng sampai halus. Kemudian hasil dari gilingan daun randu kapuk tadi diseduh dengan menggunakan secangkir air panas dan setelah itu ditambahkan dengan madu asli. Air seduhan disaring dan dosis yang diminum adalah 2 kali dalam sehari dengan cara minum 2 sendok makan.

Inhalasi Untuk Penyakit Asma


=====================================

>>> Kapsul Herbal Asma Untuk Mengobati Penyakit Asma dan Gejalanya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Tradisional Asma and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *